Sinergi dari Jawa Timur untuk Guru Madrasah di Tepian Alor
Senin, 2 November 2026 15:54 WIB

ALOR NTT – Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo dan ITBKES Ahmad Dahlan Jawa Timur resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Sinergi ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan tinggi dan mendongkrak mutu pendidikan Islam di wilayah kepulauan.
Kolaborasi tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Prosesi penandatanganan dilakukan oleh Rektor ITBKES Ahmad Dahlan Jawa Timur, Dr. Benny Prasetiya, M.Pd., bersama Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Alor, Hadi Abdul Aziz Kammis, S.H., M.Pd.
Langkah ini menjadi jembatan nyata bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi langsung di daerah, khususnya dalam memperkuat kapasitas guru serta kelembagaan madrasah di Alor.
Beasiswa S1-S2 dan Skema RPL untuk Guru Madrasah
Salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah penyediaan program beasiswa studi lanjut bagi para guru madrasah di bawah naungan Kemenag Alor. IAD Probolinggo dan ITBKES Ahmad Dahlan Jawa Timur membuka pintu bagi para pendidik untuk melesat ke jenjang Sarjana (S1) melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta jenjang Magister (S2).
Program studi yang disiapkan berfokus pada sektor pendidikan Islam, antara lain Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Islamic Studies. Skema ini dirancang untuk memangkas kendala geografis dan finansial, sehingga para guru dapat meningkatkan kualifikasi akademik sekaligus memperkuat kompetensi profesional mereka tanpa harus meninggalkan tugas mengajar.
Menjangkau Baranusa, Pendampingan Langsung di Pulau Pantar
Tak sekadar memberikan beasiswa di atas kertas, kerja sama ini langsung menyasar wilayah pelosok. Tim perguruan tinggi dijadwalkan turun langsung melakukan pendampingan akademik dan penguatan kelembagaan di sejumlah madrasah binaan yang terletak di wilayah Baranusa, Pulau Pantar, Kabupaten Alor.
Fokus pendampingan akan diarahkan pada perbaikan manajemen tata kelola sekolah, peningkatan mutu proses belajar-mengajar, hingga pembenahan budaya akademik agar lebih produktif.
Kehadiran para akademisi dari Jawa Timur ini diharapkan membawa perspektif baru dan solusi segar bagi tantangan pendidikan pasang-surut di wilayah kepulauan.
Bagi IAD Probolinggo dan ITBKES Ahmad Dahlan Jawa Timur, langkah ini merupakan pengejawantahan dari Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Lewat kolaborasi lintas wilayah ini, akses pendidikan tinggi diharapkan tidak lagi memusat di kota besar, melainkan mampu merangkul beranda depan Indonesia. (red)



