Kamis, 29 Okt 2026
Pengawasan Eksternal Diperlukan untuk Evaluasi SPPG di Puger, Butuh Kritik Konstruktif Demi Perbaikan MutuPeringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kapolres Sampang Ajak Pemuda Jadi Motor Penggerak DaerahMenjaga Ketenangan Warga, Polsek Semampir dan Satpol PP Rajut Keamanan WilayahKetum KJN Agus Setiawan : Jaga Persaudaraan dengan Dialog, Bukan dengan Saling Menuduh!!!Monumen Arek Lancor Menjadi Saksi, Pemuda dan Budayawan Madura Bahas Masa Depan Budaya DaerahOperasi Sikat Semeru Madiun, Dari Pembobol ATM Lidi hingga Maling Motor Sawah Gulung TikarMembedah "Modale Mung Yakin", Resep Kedamaian Hati dan Kamtibmas ala Aiptu Affan HermansyahHari Sumpah Pemuda 2026, AMP dan G'BRAN Ajak Generasi Muda Jadi Motor Perubahan
Home › Pemerintahan & Politik

Pengawasan Eksternal Diperlukan untuk Evaluasi SPPG di Puger, Butuh Kritik Konstruktif Demi Perbaikan Mutu

Kamis, 29 Oktober 2026 08:27 WIB

47 menit lalu1Pimpred
Pengawasan Eksternal Diperlukan untuk Evaluasi SPPG di Puger, Butuh Kritik Konstruktif Demi Perbaikan Mutu

PUGER || Lpn.com _ Pengelolaan Satuan Pelayanan Pengelolaan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Puger memerlukan pengawasan dari pihak eksternal sebagai bentuk evaluasi objektif. Kegiatan supervisi yang dilaksanakan pada Rabu, 28 Oktober 2026 ini menjadi sarana untuk menghimpun masukan serta kritik membangun guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Koordinator MBG Kecamatan Puger, Sulton, menyampaikan bahwa kehadiran pengawas eksternal sangat membantu dalam menemukan berbagai kekurangan yang kerap terlewat oleh tim internal, mulai dari standar kebersihan dapur, penanganan bahan pangan, hingga alur distribusi makanan. Menurutnya, kritik yang diberikan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai fondasi perbaikan yang berkelanjutan.

​"Supervisi akan lebih bermanfaat jika disertai kritik yang membangun. Dengan sudut pandang pihak luar, kita bisa mengevaluasi seluruh alur kerja SPPG secara lebih menyeluruh," ujar Sulton.

​Senada dengan hal tersebut, petugas kesehatan lingkungan dari Puskesmas Puger, Tiwuk, menilai bahwa keterlibatan pihak luar memberikan perspektif yang lebih objektif dalam mengidentifikasi celah operasional.

Ia menekankan pentingnya keterbukaan dalam menerima setiap masukan agar pengelola dapat segera melakukan perbaikan tanpa merasa terbebani secara berlebihan.

​"Pengawasan dari pihak luar dapat membantu menemukan kekurangan yang mungkin terlewatkan oleh tim pengelola internal. Semua masukan harus diterima secara terbuka agar pengelola SPPG dapat segera melakukan perbaikan menyeluruh," ungkap Tiwuk.

​Sementara itu, Camat Puger, Asrah, menegaskan bahwa aspek kebersihan dapur, penanganan bahan pangan, hingga ketepatan proses pengantaran makanan kepada penerima manfaat merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar.

Seluruh rekomendasi yang dihasilkan dari kegiatan supervisi ini diminta untuk segera ditindaklanjuti secara cepat dan konsisten demi menjaga standar keamanan pangan.

​"Kebersihan tidak boleh dikompromikan, karena menyangkut kesehatan penerima manfaat. Kami minta setiap rekomendasi tim supervisi dilaksanakan dengan cepat dan konsisten," tegas Asrah.

​Melalui sinergi dan pengawasan lintas sektoral ini, penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Puger diharapkan dapat terus berjalan secara optimal, transparan, dan memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.

(Redaksi)

Berita Terkait