Rabu, 28 Okt 2026
Ketum KJN Agus Setiawan : Jaga Persaudaraan dengan Dialog, Bukan dengan Saling Menuduh!!!Monumen Arek Lancor Menjadi Saksi, Pemuda dan Budayawan Madura Bahas Masa Depan Budaya DaerahOperasi Sikat Semeru Madiun, Dari Pembobol ATM Lidi hingga Maling Motor Sawah Gulung TikarMembedah "Modale Mung Yakin", Resep Kedamaian Hati dan Kamtibmas ala Aiptu Affan HermansyahHari Sumpah Pemuda 2026, AMP dan G'BRAN Ajak Generasi Muda Jadi Motor PerubahanBRAVO" Polrestabes Surabaya Menyita 5.385 Botol Miras Ilegal dalam Operasi Skala BesarSenyum Sumringah Korban Curanmor, Polres Malang Kembalikan Motor Hasil Operasi Sikat SemeruGerak Cepat Polres Lamongan Ungkap Pencurian Truk, Tersangka Diamankan di Blora
Home › Peristiwa

Monumen Arek Lancor Menjadi Saksi, Pemuda dan Budayawan Madura Bahas Masa Depan Budaya Daerah

Rabu, 28 Oktober 2026 21:18 WIB

2 jam lalu8Redaksi LPN
Monumen Arek Lancor Menjadi Saksi, Pemuda dan Budayawan Madura Bahas Masa Depan Budaya Daerah

‎PAMEKASAN — Suasana khas budaya Madura menyelimuti kawasan Monumen Arek Lancor, Kabupaten Pamekasan, pada Rabu malam (28/10/2026). Di tempat yang penuh nilai sejarah ini, digelar Malam Sarasehan Budaya sekaligus Temu Tokoh Budaya, Pemuda dan Budayawan Madura, yang juga bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 serta gelaran Pamekasan Traditional Culture dengan tema besar: "Dari M. Tabrani untuk Indonesia."

‎Acara ini diselenggarakan secara bersama oleh Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), KNPI, DKP Kabupaten Pamekasan, dan Bani Insan Peduli (BIP) Kabupaten Pamekasan. Hadir memeriahkan kegiatan unsur Forkopimda Kabupaten Pamekasan, para tokoh dan budayawan Madura, serta berbagai organisasi masyarakat yang ada di Kabupaten Pamekasan.

‎Lebih dari sekadar pertemuan, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, dialog terbuka, dan pertukaran gagasan lintas generasi. Tujuannya jelas: menggali kembali kearifan lokal yang mulai terlupakan, memperkokoh identitas budaya Madura, dan merumuskan langkah bersama agar tradisi tetap hidup di tengah arus perubahan zaman.

‎Warga yang memadati kawasan Monumen Arek Lancor lebih dulu disuguhi penampilan musik daul Semut Ireng, pameran keris pusaka, serta aneka produk unggulan UMKM Pamekasan — sebuah panggung yang mempertemukan warisan masa lalu dengan semangat kreativitas masa kini, Arek lancor dalam bahasa Indonesia di artikan simbol clurit bulu ayam yang dikenal (arek lancor).

‎Ketua DPC Madas Sedarah Kabupaten Pamekasan, Mudahri, yang turut hadir dalam acara ini memberikan apresiasi yang mendalam terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

‎"Kegiatan seperti ini sangat penting, terutama bagi para pemuda. Melalui acara ini, generasi muda diajak mengenal sejarah dan budaya daerahnya sendiri. Budaya Madura bukan sekadar masa lalu, melainkan jati diri yang harus dijaga dan diteruskan."

‎Mudahri berharap momentum ini tidak berhenti di satu malam saja, melainkan menjadi agenda rutin tahunan.

‎"Saya berharap kegiatan ini terus digelar setiap tahun. Supaya budaya Madura, khususnya di Pamekasan, tetap terjaga dengan baik. Dan yang terpenting — anak-anak muda kita sebagai penerus bangsa, benar-benar memahami, mencintai, dan bangga dengan budaya leluhurnya sendiri," ujarnya dengan penuh harap. (ahd)

Monumen Arek Lancor Menjadi SaksiPemuda dan Budayawan Madura Bahas Masa Depan Budaya Daerah

Berita Terkait