Jumat, 30 Okt 2026
Goyang "Aselole" Emak-Emak Rempong saat Hajatan Setro Baru, di Iringi Musik Gatot KacaPerkuat Sinergi Polisi Bersama Masyarakat, Polres Pasuruan Gandeng Ratusan Ojol Sukseskan 'Jogo Omah'Suramadu Gelap Gulita 3 Tahun: CaKrA Muda Siapkan Aksi Blokade Sisi Madura dan Kepung Satker PJBHPolres Pelabuhan Tanjung Perak Amankan Pelaku Pencurian di Toko Madura yang Viral di MedsosDukung Kapolri, SSDM Polri Perkuat Kompetensi Calon Direktur dan KapolresKarhutla Mereda, Polda Riau Siapkan 260 Plang Cegah Kebakaran BerulangGempar Pembacokan di Panjang Jiwo, Pelaku Kabur ke Bawah Jembatan, Terdampar Dikepung Ratusan WargaTiga Prinsip Meja Kasat, Mengasah Taring Satresnarkoba Tanjung Perak di Lorong Pelabuhan dan Pemukiman Sarang Sabu
Home › Hiburan

Goyang "Aselole" Emak-Emak Rempong saat Hajatan Setro Baru, di Iringi Musik Gatot Kaca

Jumat, 30 Oktober 2026 10:00 WIB

1 jam lalu3Redaksi LPN
Goyang "Aselole" Emak-Emak Rempong saat Hajatan Setro Baru, di Iringi Musik Gatot Kaca
Kala Emak-Emak Rempong Mengguncang Pesta Dion dan Anggi

SURABAYA – Jalan Setro Baru Utara IX Nomor 84, Surabaya, mendadak riuh pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kediaman mempelai perempuan itu menjadi saksi bisu bersatunya dua keluarga besar dalam resepsi pernikahan Dion M. Iqbal dan Anggi Prastikasari.

Dion merupakan putra dari pasangan almarhum H. Usman dan Hj. Anie Yuliati. Sementara Anggi adalah putri dari keluarga besar Sumadi dan Julaika. Di bawah tenda pernikahan yang hangat, hajatan ini tak sekadar menjadi ritual sakral ijab kabul, melainkan panggung kebersamaan yang cair dan akrab.

Suasana santai nan gembira mulai terbangun saat grup musik Gatot Kaca naik panggung. Alunan ritme yang mereka suguhkan berhasil mencairkan kekakuan formalitas pesta, membawa ratusan tamu undangan, kerabat, dan sahabat larut dalam atmosfer yang hangat.

Namun, magnet utama yang mengubah resepsi ini menjadi perayaan publik yang meriah adalah kehadiran komunitas Emak-Emak Rempong Jawa Timur. Dipimpin langsung oleh Emak Sulis, kelompok ini langsung menyita perhatian begitu menjejakkan kaki di area pesta.

Tanpa canggung, dengan seruan khas "Asseloley", emak-emak ini merangsek ke depan panggung. Mereka berjoget kompak, memamerkan kelincahan yang spontan namun bertenaga mengikuti ketukan musik. Aksi enerjik ini menular cepat. Kehadiran mereka meruntuhkan sekat canggung; para tamu undangan tak tahan untuk tidak ikut menggoyangkan badan, sementara gelak tawa pecah di barisan kursi penonton.

Bagi kedua keluarga besar, kehadiran komunitas pimpinan Emak Sulis ini memberi warna tersendiri. Lebih dari sekadar hiburan, aksi spontan tersebut menjadi simbol bagaimana persaudaraan dan ruang kultural warga urban di Jawa Timur bisa bertemu dalam sebuah perayaan domestik.

Hingga lampu panggung meredup di penghujung acara, doa dan harapan terbaik terus mengalir untuk Dion dan Anggi. Sebuah awal perjalanan baru untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta tangguh dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Selamat menempuh hidup baru. (red)

Goyang "Aselole" Emak-Emak Rempong saat Hajatan Setro Barudi Iringi Musik Gatot Kaca

Berita Terkait