Goyang "Aselole" Emak-Emak Rempong saat Hajatan Setro Baru, di Iringi Musik Gatot Kaca
Jumat, 30 Oktober 2026 10:00 WIB

SURABAYA – Jalan Setro Baru Utara IX Nomor 84, Surabaya, mendadak riuh pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kediaman mempelai perempuan itu menjadi saksi bisu bersatunya dua keluarga besar dalam resepsi pernikahan Dion M. Iqbal dan Anggi Prastikasari.
Dion merupakan putra dari pasangan almarhum H. Usman dan Hj. Anie Yuliati. Sementara Anggi adalah putri dari keluarga besar Sumadi dan Julaika. Di bawah tenda pernikahan yang hangat, hajatan ini tak sekadar menjadi ritual sakral ijab kabul, melainkan panggung kebersamaan yang cair dan akrab.
Suasana santai nan gembira mulai terbangun saat grup musik Gatot Kaca naik panggung. Alunan ritme yang mereka suguhkan berhasil mencairkan kekakuan formalitas pesta, membawa ratusan tamu undangan, kerabat, dan sahabat larut dalam atmosfer yang hangat.
Namun, magnet utama yang mengubah resepsi ini menjadi perayaan publik yang meriah adalah kehadiran komunitas Emak-Emak Rempong Jawa Timur. Dipimpin langsung oleh Emak Sulis, kelompok ini langsung menyita perhatian begitu menjejakkan kaki di area pesta.
Tanpa canggung, dengan seruan khas "Asseloley", emak-emak ini merangsek ke depan panggung. Mereka berjoget kompak, memamerkan kelincahan yang spontan namun bertenaga mengikuti ketukan musik. Aksi enerjik ini menular cepat. Kehadiran mereka meruntuhkan sekat canggung; para tamu undangan tak tahan untuk tidak ikut menggoyangkan badan, sementara gelak tawa pecah di barisan kursi penonton.
Bagi kedua keluarga besar, kehadiran komunitas pimpinan Emak Sulis ini memberi warna tersendiri. Lebih dari sekadar hiburan, aksi spontan tersebut menjadi simbol bagaimana persaudaraan dan ruang kultural warga urban di Jawa Timur bisa bertemu dalam sebuah perayaan domestik.
Hingga lampu panggung meredup di penghujung acara, doa dan harapan terbaik terus mengalir untuk Dion dan Anggi. Sebuah awal perjalanan baru untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta tangguh dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Selamat menempuh hidup baru. (red)



