Sabtu, 31 Okt 2026
Polresta Tuban Gandeng Pesilat dan Pelajar Hijaukan Pantai Cemara, Sumbang Oksigen untuk Masa DepanBuron Kasus Penusukan di Jembatan Nginden Ditemukan Tewas di Kali JagirPolisi Jogo Sekolah: Langkah Preventif Polres Jember Siapkan Pelajar Menuju Generasi Emas 2045Kapolri Perkuat Sinergi dengan Kemendes, Dorong Desa Bersih Narkoba dan Pemberdayaan MasyarakatDekatkan Diri dengan Masyarakat, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Sambangi Masjid At-Taqwa PogotJaga Stabilitas Surabaya, Aliansi Masyarakat Perantau Dukung Penuh Kepemimpinan Baru Dandim 0830​Pastikan Akhir Pekan Kondusif, Kanit Samapta Polsek Semampir Pimpin Patroli Harkamtibmas Bersama Satpol PPBongkar 157 Kasus Kriminal di Surabaya, Polisi Ungkap Alasan Klasik di Balik Aksi Nekat Para Pelaku
Home › Peristiwa

Buron Kasus Penusukan di Jembatan Nginden Ditemukan Tewas di Kali Jagir

Sabtu, 31 Oktober 2026 11:59 WIB

1 jam lalu6Redaksi LPN
Buron Kasus Penusukan di Jembatan Nginden Ditemukan Tewas di Kali Jagir
FOTO : tersangka penusukkan yang terjun dikali trlah ditemukan jam 05.30, sabtu 31 Oktober 2026 dinyatakan Meninggal Dunia

SURABAYA – Pelarian R, 24 tahun, terduga pelaku penusukan di kawasan Jembatan Nginden, Surabaya, berakhir di aliran sungai. Pria asal Surabaya tersebut ditemukan tewas mengapung di Kali Jagir setelah nekat melompat ke sungai untuk menghindari kejaran massa yang mengepungnya.

Tim SAR gabungan menemukan jenazah R tersangkut di antara tanaman eceng gondok di sekitar Jembatan Nginden Intan pada Sabtu pagi, 31 Oktober 2026, sekitar pukul 05.35 WIB. Penemuan ini menyudahi pencarian intensif menggunakan perahu karet yang dilakukan petugas sejak Jumat pagi lalu.

Berdasarkan data dari Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, insiden ini bermula dari friksi di jalan raya pada Kamis malam, 29 Oktober 2026, sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu, rombongan mobil Toyota Avanza yang ditumpangi R melaju ugal-ugalan di kawasan Jalan Panjang Jiwo. Polisi menduga para penumpang di dalam mobil tersebut berada di bawah pengaruh alkohol.

Lantaran dinilai membahayakan keselamatan umum, pengendara Toyota Innova Zenix bernama Regi Darmadi Runtuhkahu, 23 tahun, menegur rombongan Avanza tersebut. Teguran itu berujung pada cekcok mulut di atas Jembatan Nginden.

Di tengah keributan, R mendadak mengeluarkan pisau dan menyerang Regi. Korban mengalami luka tusuk serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Melihat korban terluka, warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas langsung bergerak untuk menyelamatkan Regi sekaligus mengepung pelaku. Diduga panik melihat gelombang massa yang berdatangan, R memilih melompat dari atas Jembatan Nginden ke Kali Jagir.

Saat kejadian, arus Kali Jagir dilaporkan cukup deras dengan kedalaman mencapai 8 meter. Polisi menduga R tenggelam tak lama setelah melompat karena tidak memiliki kemampuan berenang.

Setelah berhasil dievakuasi dari tumpukan eceng gondok oleh petugas gabungan pada Sabtu pagi, jasad R langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD Dr. Soetomo untuk diotopsi.

Meski terduga pelaku telah tewas, Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya memastikan penyelidikan kasus ini tetap berjalan. Polisi saat ini tengah memeriksa tiga orang rekan R yang berada di dalam mobil Avanza saat insiden penusukan terjadi untuk mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian. (red)

Buron Kasus Penusukan di Jembatan Nginden Ditemukan Tewas di Kali Jagir

Berita Terkait