Wajah Baru Aliansi Masyarakat Perantau, Jaga Tradisi, Rawat Semangat Pendiri
Minggu, 4 Oktober 2026 21:21 WIB

SURABAYA — Aliansi Masyarakat Perantau (AMP) Dewan Pimpinan Pusat Jawa Timur (DPP JATIM) menggelar pertemuan antarperantau bertajuk "Sinergi Silaturahmi" di Surabaya, Minggu, 4 Oktober 2026. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang melepas rindu kampung halaman dan diskusi lintas sektor, tetapi juga diwarnai momen spiritual untuk mengenang para leluhur serta tokoh pendiri organisasi.
Ada pemandangan berbeda di meja registrasi. Selain mengisi daftar hadir, setiap anggota yang datang disodorkan selembar formulir khusus untuk menuliskan nama-nama keluarga, sanak saudara, atau leluhur mereka yang telah tiada. Nama-nama yang terkumpul kemudian dibacakan bersama dalam sesi doa khusus.
"Kami ingin silaturahmi ini melintasi batas dunia. Para perantau berjuang di tanah orang tentu tidak lepas dari doa dan restu keluarga, termasuk mereka yang sudah mendahului kita," ujar Ketua Umum AMP, H. Holis. Menurutnya, tradisi ini menjadi cara organisasi untuk merawat ingatan dan mengirimkan bakti kepada keluarga di kampung halaman.
Selain kental dengan nuansa spiritual, agenda ini juga menjadi ruang diskusi produktif yang cair. Para perantau memanfaatkan momen ini untuk bertukar informasi mengenai peluang ekonomi, dinamika politik, isu sosial, hingga pelestarian budaya daerah asal. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan perantau di Jawa Timur sekaligus berkontribusi bagi daerah asal.
Mengenang Almarhum Abah Nawadi
Pertemuan kali ini juga menjadi momentum emosional untuk mengenang almarhum H. Nawadi, sosok pendiri sekaligus Ketua Umum pertama saat organisasi ini masih bernama Aliansi Madura Perantau. Tokoh masyarakat kharismatik yang karib disapa Abah Nawadi tersebut berpulang pada Sabtu, 22 Maret 2025 di Rumah Sakit Al Irsyad Surabaya, tepat di pertengahan bulan suci Ramadan, dan dimakamkan di tanah kelahirannya, Sampang, Madura.
Di mata para pengurus, Abah Nawadi adalah jangkar pemersatu. Semasa hidupnya, ia dikenal memiliki dedikasi tinggi terhadap kemajuan infrastruktur di Madura serta gigih memperjuangkan hak-hak masyarakat bawah. Ia berhasil menyulap AMP menjadi wadah perlindungan, persaudaraan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi warga perantauan.
"Semangat perjuangan beliau tidak akan pernah padam dan akan terus menginspirasi generasi penerus yang ditinggalkannya," ucap H. Holis.
Transformasi Menjawab Zaman
Seiring tuntutan zaman, organisasi ini kini telah bertransformasi. Nama Aliansi Madura Perantau resmi berganti menjadi Aliansi Masyarakat Perantau (AMP). Perubahan nama tersebut lahir dari kesepakatan para sesepuh Madura dan tokoh yang tergabung dalam organisasi, dengan nakhoda baru di bawah kepemimpinan H. Holis.
Melalui langkah ini, AMP DPP JATIM ingin membuktikan bahwa perkumpulan perantau bisa menjadi rumah yang utuh—tempat bernaung secara sosial, berkembang secara ekonomi, dengan tetap menjaga akar tradisi dan spiritualitasnya.



