Soewanto.SH : Ekspansi Masif BPJS Ketenagakerjaan: Bidik 20 Profesi Strategis Lewat Strategi Komunitas
Senin, 5 Oktober 2026 11:40 WIB

SURABAYA - BPJS Ketenagakerjaan resmi memetakan 20 profesi potensial di Desil 5–10 guna memperluas kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan secara masif di Indonesia. Langkah strategis ini mempertegas komitmen institusi untuk memberikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja formal maupun informal (Bukan Penerima Upah/BPU) melalui optimalisasi peran Agen Perisai.
Dalam keterangan Soewanto.SH, Senin (05/10/2026), Dalam infografis bertajuk "Siapa yang Bisa Disasar?", BPJS Ketenagakerjaan mengidentifikasi ekosistem profesi yang mencakup lintas sektor ekonomi, mulai dari tenaga profesional medis, pekerja jasa, hingga pelaku ekonomi akar rumput.," ujarnya.
Ada kriteria 20 Profesi Potensial Sasaran Strategis, lanjut kata Soewanto, BPJS Ketenagakerjaan mengelompokkan target sasaran ke dalam beberapa klaster profesi utama:
• Tenaga Profesional & Akademisi: Dosen, Konsultan, Arsitek, Notaris, Pengacara, dan Ahli Networking.
• Tenaga Kesehatan: Dokter, Dokter Gigi, Bidan.
• Pekerja Media & Kreatif: Seniman, Wartawan.
• Sektor Jasa & Logistik Terintegrasi: Kurir, Pengemudi Ojek Online (Grab, Gojek, dll), Surveyor.
• Sektor Informasi & Usaha Mandiri: Sales / Pemilik Warung atau Usaha.
• Pekerja Informal & Sektor Kasual: Tukang Becak, Buruh Tani, Kuli Bangunan, Tukang Cuci Pakaian, serta Pembantu Rumah Tangga," ulasnya.
Strategi Berbasis Komunitas dan Kolaborasi Ekosistem, masih kata Soewanto, Menyadari luasnya cakupan target, BPJS Ketenagakerjaan menginstruksikan para Agen Perisai untuk mengubah paradigma pendekatan dari personal menjadi kolektif. Kampanye bertajuk "Dekati komunitasnya, bukan hanya individunya" menjadi landasan utama strategi penetrasi pasar global ini.
"Manajemen menekankan pentingnya membangun kolaborasi multi-pihak melalui integrasi ke dalam organisasi kemasyarakatan, asosiasi profesi, lingkaran akademisi kampus, serta berbagai forum komunikasi pekerja. Langkah ini dirancang untuk menyederhanakan proses edukasi mengenai pentingnya jaminan perlindungan kerja," ulasnya.
Soewanto menambahkan, Sebagai motor penggerak di lapangan, Agen Perisai ditargetkan untuk bergerak aktif masuk ke dalam jejaring formal dan informal yang saat ini mengakar di masyarakat guna memastikan seluruh pekerja terlindungi dari risiko kerja," tutupnya. (Slmet)

