Jumat, 09 Okt 2026
SDN Wonokusumo I/40 Surabaya Perkuat Edukasi Anti-Narkoba Lewat Program SALAM MANIS dan Kurikulum IKANPerkuat Sinergi Daerah dan TNI AL, Bupati Bangkalan Lukman Hakim Terima Brevet Kehormatan HiperbarikKetua TP-PKK Bangkalan Ajak Kader PKK, PERWOSI, dan DWP Saling Bertukar Fikiran demi Kesejahteraan MasyarakatSK Bebas Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali Mendekam di Lapas Kelas I MalangDipertanyakan Soal Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Jokowi: Ikuti Mekanisme KonstitusiAlasan Wali Kota Eri Cahyadi Rotasi 13 Kepala Dinas Pemkot Surabaya: Singgung Output hingga Orkestra PembangunanDapur Gratis Pejuang Jalanan: Saat Polsek Gubeng Disulap Jadi Tempat Makan Siang Para Pekerja JalananPolda Jatim Kirim Personel BKO untuk Amankan MotoGP Mandalika 2026
Home › Pendidikan & Kesehatan

SDN Wonokusumo I/40 Surabaya Perkuat Edukasi Anti-Narkoba Lewat Program SALAM MANIS dan Kurikulum IKAN

Jumat, 9 Oktober 2026 07:04 WIB

2 jam lalu5Pimpred
SDN Wonokusumo I/40 Surabaya Perkuat Edukasi Anti-Narkoba Lewat Program SALAM MANIS dan Kurikulum IKAN

SURABAYA°  Lpn.com _ SDN Wonokusumo I/40 PANAH BERSINAR Surabaya menegaskan komitmennya dalam mendukung pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN) di lingkungan sekolah.

Langkah tersebut diwujudkan melalui diseminasi Program SALAM MANIS dan Workshop Asistensi Penyusunan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) pada Kamis (8/10/2026).

​Kepala BNN Kota Surabaya, Kombes Pol. Heru Prasetyo, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa Program Sadar Lapor Mandiri Akses Mudah Aman Humanis (SALAM MANIS) hadir untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL).

Program ini bertujuan mengatasi kendala yang kerap dihadapi masyarakat, seperti minimnya pemahaman, Stigma negatif, hingga kekhawatiran akan konsekuensi hukum.

​Di sisi lain, Workshop Asistensi Penyusunan IKAN mendorong para pendidik untuk mengintegrasikan materi bahaya narkoba ke dalam kurikulum dan modul ajar.

Langkah ini dirancang agar peserta didik mendapatkan pembekalan sejak dini mengenai dampak buruk penyalahgunaan zat terlarang.

​Kepala SDN Wonokusumo I/40, Soedjono, M.Pd., menekankan bahwa sekolah yang dipimpinnya berada di wilayah yang cukup rentan, sehingga peran guru sangat krusial dalam membentengi siswa.

"Umba-umba nang pinggir sumur, nggawe narkoba masa depan ancur," tuturnya menyampaikan pesan pencegahan lewat pantun lokal.

​Sebagai bentuk aksi nyata, pihak sekolah juga menyediakan ruang konsultasi P4GN di area sekolah. Layanan ini terbuka tidak hanya bagi warga sekolah, tetapi juga untuk masyarakat umum yang membutuhkan edukasi, informasi, maupun akses pendampingan rehabilitasi.

(Redaksi)

Berita Terkait