Ringankan Beban Kekeringan, Aliansi Masyarakat Perantau (AMP) Salurkan Bantuan Air Bersih Se-Wilayah Madura
Minggu, 11 Oktober 2026 18:59 WIB

SAMPANG – Organisasi sosial Aliansi Masyarakat Perantau (AMP), Dewan Pimpinan Pusat Jawa Timur (DPP JATIM), bersama tim Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) menunjukkan kepedulian nyata terhadap kampung halaman dengan menginisiasi program "AMP Berikan Bantuan Air Bersih Se-Wilayah Madura".
Program kemanusiaan ini digelar sebagai bentuk respons cepat terhadap krisis air bersih yang melanda sejumlah titik di Pulau Madura.
Mengusung tema besar "Bersama Kita Bisa Mengalirkan Kehidupan", aksi sosial ini digerakkan langsung oleh struktur inti organisasi, yakni Ketua Umum AMP, H. Holis, bersama Wakil Ketua Umum AMP, Holili.
Program ini juga didukung penuh oleh jaringan Lensa Perantau Nusantara serta AMP Media Group (Media Online Bersatu Untuk Negeri) yang berkomitmen mengawal publikasi gerakan kebaikan ini.
Ketua Umum Aliansi Masyarakat Perantau (AMP), H. Holis, menyampaikan bahwa aksi peduli ini didasari oleh rasa empati yang mendalam dari para perantau terhadap kondisi saudara-saudara mereka di Madura.
"Kepedulian Anda sangat berarti dan akan membawa kebahagiaan kepada saudara-saudara kita sesama. Dengan menyalurkan bantuan air bersih ini, kami berharap dapat amat sangat membantu meringankan beban hidup harian saudara kita yang kesulitan mendapatkan air," ujar H. Holis.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum AMP, Holili, menambahkan bahwa gerakan ini menjadi bukti konkret bahwa jarak tidak menghalangi para perantau untuk tetap berkontribusi bagi tanah kelahiran. Melalui kolaborasi bersama elemen media dan masyarakat, AMP berkomitmen untuk terus hadir di tengah situasi sulit.
"Pendistribusian air bersih ini menyasar desa-desa yang paling terdampak kekeringan di seluruh wilayah Madura. AMP juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh lapisan masyarakat, donatur, maupun para perantau di mana pun berada untuk saling bahu-membahu menyukseskan program berkelanjutan ini," tutup Holili. (Slamet)



