Ribuan Pedagang Rokok Lokal Geruduk Kantor Gubernur Jatim, Protes Intimidasi dan Janji Lapangan Kerja
Senin, 12 Oktober 2026 11:46 WIB

SURABAYA — Ribuan massa yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Rokok Lokal Indonesia (Perloki) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Jawa Timur, Senin, 12 Oktober 2026. Mereka memprotes maraknya tindakan represif aparat terhadap pedagang kecil serta menagih janji perluasan lapangan kerja.
Ketua Umum Perloki, Bung Taufik, menyatakan para pedagang rokok lokal di Jawa Timur terus dihantui intimidasi. Operasi penindakan yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Bea Cukai dinilai kerap merugikan pedagang kecil secara sepihak.
"Kami menuntut janji Gubernur yang sebelumnya menyatakan akan membuka peluang kerja. Namun faktanya, tidak ada peluang kerja yang terwujud. Justru pedagang kecil yang hanya mencari untung Rp1.000 hingga Rp2.000 per bungkus ditindak, barangnya dirampas, dan lapak dagangnya dihancurkan," ujar Taufik di hadapan massa.
Aksi sempat memanas saat massa mulai membakar ban di depan halaman Kantor Gubernur. Mereka mendesak perwakilan buruh diizinkan masuk untuk berdialog.
Namun, demonstran kecewa lantaran Penjabat (Pj) Gubernur sedang tidak berada di tempat. Massa kemudian diarahkan bergeser ke Gedung Negara Grahadi.
Lantaran tak membuahkan hasil di Grahadi, ribuan massa melanjutkan aksi long march menuju Kantor Wilayah (Kanwil) I Bea Cukai Jawa Timur.
Mereka berniat menyampaikan tuntutan secara langsung kepada otoritas cukai setempat. Hingga berita ini ditulis, aksi penyampaian aspirasi tersebut masih berlangsung dengan pengawalan ketat aparat, namun situasi tetap terkendali. (ahd)



