Pesan Aba Marsam dalam Transformasi AMP, Rangkul Semua Perantau Tanpa Melupakan Akar Tradisi
Minggu, 4 Oktober 2026 23:05 WIB

SURABAYA — Aliansi Madura Perantau resmi bertransformasi menjadi Aliansi Masyarakat Perantau (AMP) dalam pertemuan strategis bertajuk "Sinergi Silaturahmi", Minggu, 4 Oktober 2026. Perubahan nama ini menandai babak baru organisasi dalam memperluas jangkauan perjuangan yang lebih inklusif dan universal di Jawa Timur.
Sesepuh sekaligus tokoh pendiri organisasi, H. Abdullah M.—yang akrab disapa Aba Marsam—menegaskan bahwa reposisi ini bukan sekadar pergantian identitas formal. Menurut pria yang kerap menduduki posisi strategis sebagai penasihat di berbagai organisasi kemasyarakatan tersebut, langkah ini adalah perluasan semangat agar organisasi mampu merangkul seluruh elemen perantau tanpa menyekat latar belakang suku dan daerah.
"Transformasi menjadi Aliansi Masyarakat Perantau diharapkan mampu mewadahi seluruh perantau dari pelbagai daerah, bukan lagi terbatas pada satu suku saja," ujar Aba Marsam saat memberikan keterangan di Surabaya.
Ia memproyeksikan AMP ke depan sebagai wadah kolaborasi strategis di tanah rantau. Fokus pergerakan organisasi akan diarahkan pada penguatan ekonomi, advokasi sosial, hingga diskusi lintas sektor demi kesejahteraan para anggota.
Kendati diarahkan menjadi organisasi modern yang universal, Aba Marsam mengingatkan agar AMP tidak menanggalkan akar tradisi dan nilai spiritual. "Para perantau berjuang di tanah orang tentu tidak lepas dari doa dan restu keluarga, termasuk mereka yang sudah mendahului kita," ucapnya dengan khidmat.
Menanggapi masukan dan arah baru tersebut, Ketua Umum AMP H. Holis bersama K.H. Jufri menyatakan apresiasi mendalam atas sumbangsih pemikiran dari sang pendiri. Masukan struktural dari Aba Marsam dinilai krusial untuk mematangkan tata kelola organisasi di bawah kepemimpinan H. Holis.
Melalui transformasi ini, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) AMP Jawa Timur berkomitmen untuk terus menjadi rumah yang aman, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi seluruh masyarakat urban di wilayah tersebut. (Slamet)



