Ledakan Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Guncang San Antonio Pakuwon City, 41 Bangunan Rusak
Selasa, 6 Oktober 2026 11:34 WIB

Lpn.com // SURABAYA _ Ledakan terjadi di kawasan pertokoan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 07.42 WIB. Ledakan yang diduga berasal dari kebocoran gas elpiji di Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi tersebut mengakibatkan puluhan ruko dan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara tidak menemukan adanya kandungan bahan maupun bau yang mengarah pada bahan peledak.
Berdasarkan temuan tersebut serta keterangan sejumlah saksi, polisi menduga kuat ledakan dipicu kebocoran gas elpiji 50 kilogram yang berada di dalam ruko rumah makan.
"Sehingga kemungkinan besar dari keterangan saksi-saksi yang ada juga menyatakan diduga keras dari kebocoran gas tersebut," kata Luthfie sebagaimana dilansir suarasurabaya.
Dugaan kebocoran diperkuat keterangan seorang koki rumah makan kepada polisi. Sesaat sebelum ledakan terjadi, yang bersangkutan sempat mencium bau gas di dalam ruko.
Di dalam ruko tersebut diketahui terdapat tiga tabung elpiji berkapasitas masing-masing 50 kilogram. Saat dilakukan pemeriksaan, seluruh tabung dalam kondisi kosong.
"Secara kondisi kalau untuk tabungnya tidak meledak, tapi kan itu diduga karena kebocoran. Kebocoran itu diduga karena dari pipanya, semacam indukannya," jelas Luthfie.
Akibat ledakan, bangunan ruko mengalami kerusakan cukup parah. Kaca bagian depan pecah, sementara tembok sisi kiri dan kanan mengalami kerusakan. Bagian tembok depan juga pecah dan terdorong ke arah luar akibat tekanan ledakan.

Polisi mencatat sedikitnya 41 bangunan mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat. Mayoritas kerusakan berupa pecahnya kaca bangunan.
"Rusak parah 5 ruko, kemudian 15 itu rumah yang di belakang (rusak ringan)," ungkap Luthfie.
Selain bangunan, sejumlah kendaraan yang berada di sekitar lokasi juga dilaporkan terdampak akibat ledakan tersebut.
Hingga kini, polisi masih memprioritaskan penanganan TKP serta para korban luka. Pemeriksaan lebih lanjut terhadap saksi-saksi masih akan dilakukan setelah proses penanganan di lokasi selesai.
Sebelumnya, sebanyak lima orang dilaporkan mengalami luka bakar dalam peristiwa tersebut. Informasi sementara, seluruh korban merupakan karyawan rumah makan yang berada di lokasi ledakan.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan secara pasti sumber kebocoran dan rangkaian penyebab ledakan.
(Red)



