Selasa, 06 Okt 2026
Dari Balik Jeruji ke Pasar Kreatif, Ikhtiar Ekonomi Lapas Sidoarjo Lewat Galeri GIATJAMengendus 'Las Vegas' Kalicabean, Mengapa Judi Sabung Ayam di Sidoarjo Tak Kunjung Padam???GIATJA Lapas Sidoarjo Kenalkan Produk Warga Binaan, Dari Sambal Klothok hingga Telur Ayam KampungHUT ke-81 TNI Jadi Momen Kekompakan Muspikacam Puger: Menuju Puger Aman dan KondusifDion Marcellino Lumban Gaol: Mahasiswa Untag Surabaya dan Atlet Wushu Berprestasi di Kancah InternasionalSoewanto.SH : Ekspansi Masif BPJS Ketenagakerjaan: Bidik 20 Profesi Strategis Lewat Strategi KomunitasPolri Perkenalkan Tagline Baru “Polisi Bersama Masyarakat”, Tegaskan Arah Pengabdian yang Berorientasi pada RakyatPolres Ngawi Percepat Pembentukan Agen Perlinsos, Capaian Tembus 100 Persen
Home › Pemerintahan & Politik

GIATJA Lapas Sidoarjo Kenalkan Produk Warga Binaan, Dari Sambal Klothok hingga Telur Ayam Kampung

Senin, 5 Oktober 2026 22:46 WIB

1 jam lalu0Risambas
GIATJA Lapas Sidoarjo Kenalkan Produk Warga Binaan, Dari Sambal Klothok hingga Telur Ayam Kampung

Lpn.com // Sidoarjo _ Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan produktif. Salah satunya melalui Bimbingan Kerja (GIATJA) yang menghasilkan berbagai produk bernilai guna, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga hasil peternakan.

Hasil pembinaan tersebut diperkenalkan kepada masyarakat melalui Galeri Produk GIATJA Lapas Sidoarjo. Sejumlah produk yang ditampilkan antara lain sambal klothok, batik, kerajinan tas, serta telur ayam kampung yang dihasilkan dari peternakan ayam Elba di lingkungan Lapas Sidoarjo.

Keberadaan Galeri Produk GIATJA menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan hasil keterampilan warga binaan sekaligus memberikan ruang apresiasi terhadap proses pembinaan yang mereka jalani selama berada di Lapas.

Melalui kegiatan tersebut, warga binaan tidak hanya diberikan pelatihan, tetapi juga diarahkan untuk mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai manfaat dan potensi untuk dikembangkan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Di bidang kuliner, sambal klothok menjadi salah satu produk unggulan yang diperkenalkan. Sementara di bidang kerajinan, warga binaan mengembangkan keterampilan membatik serta membuat berbagai produk tas.

Sektor peternakan juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian. Peternakan ayam Elba yang dikelola di lingkungan Lapas turut menghasilkan telur ayam kampung. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.

Kalapas Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, mengatakan, pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.

“Melalui GIATJA, kami ingin terus memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar, berkarya, dan menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai manfaat. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama berada di Lapas dapat menjadi bekal untuk kehidupan mereka setelah selesai menjalani masa pidana,” ujar Disri.

Menurutnya, keberadaan produk-produk hasil pembinaan tersebut menunjukkan bahwa proses pembinaan di Lapas dapat diarahkan pada peningkatan produktivitas dan kreativitas warga binaan.

Lapas Kelas IIA Sidoarjo pun berkomitmen untuk terus mengembangkan pembinaan kemandirian secara berkelanjutan, baik melalui peningkatan keterampilan, kualitas produk maupun pengenalan hasil karya warga binaan kepada masyarakat.

Dengan demikian, pembinaan pemasyarakatan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga mampu memberikan bekal keterampilan dan membangun kesiapan warga binaan untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sidoarjo

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur

Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak

#Kemenimipas #SetahunBerdampak #ImipasSetahunBergerakBerdampak

(H. Holis)