Minggu, 18 Okt 2026
SMASH SUMPAH PEMUDA, 305 Jagoan Pingpong Guncang Armuji Cup 2026Sinergi Ulama dan Polri: Gus Kikin Tegaskan PBNU Dukung Penuh Pemberantasan Narkoba Demi Masa Depan BangsaDarurat Retribusi Sampah MBG di Bangkalan: 134 Dapur Hasilkan 30 Ton Sampah Sehari, Cuma 20 yang BayarPerkuat Sinergi dengan Ulama, Kapolri Silaturahmi dengan Rais Aam PBNU di SurabayaPolisi Bersama Masyarakat: Polres Pasuruan Sambangi Rumah Duka Korban Karhutla TNBTSPerkuat Sinergi Ulama dan Umara, Kapolri Silaturahmi ke Ponpes Tebuireng dan Ziarah Makam Gus DurKawal Hak Pekerja, Kapolri Resmikan Desk Ketenagakerjaan Polri Tingkat Polres di JombangKapolri Ziarah ke Makam Marsinah dan Kunjungi Museum di Nganjuk
Home › Peristiwa

Dugaan Kebocoran Razia, Praktik Prostitusi di Makam Kembang Kuning Surabaya Masih Marak???

Sabtu, 17 Oktober 2026 10:53 WIB

1 hari lalu21Redaksi LPN
Dugaan Kebocoran Razia, Praktik Prostitusi di Makam Kembang Kuning Surabaya Masih Marak???

SURABAYA – Praktik prostitusi liar lebih yang di kenal dengan sebutan "Wisata Lendir" ini, tepatnya di kawasan Pemakaman Kembang Kuning, Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Surabaya, disinyalir masih tumbuh subur. Berbeda dengan tren prostitusi daring yang memanfaatkan aplikasi pesan instan di hotel-hotel, para penjaja seks komersial (PSK) di kawasan ini tetap memanfaatkan area terbuka makam saat senja mulai melintas.

Berdasarkan investigasi lapangan, area ini kini dilengkapi fasilitas parkir kendaraan meskipun akses jalan telah diportal dan minim penerangan. Seorang pekerja seks di lokasi tersebut, sebut saja S (38 tahun), mengaku merasa "aman" beroperasi di kawasan pemakaman tersebut karena menduga adanya kebocoran informasi setiap kali penertiban akan dilakukan.

"Kalau ada razia Satpol PP, biasanya selalu ada yang memberi tahu terlebih dahulu. Jadi sebelum petugas sampai, lokasi sudah sepi," ujar S saat ditemui tim investigasi. Ia bahkan mengklaim bahwa dalam beberapa kesempatan, petugas hanya mengambil dokumentasi foto di gerbang luar tanpa menyisir area dalam makam.

Lebih lanjut, S membeberkan adanya dugaan praktik pungutan liar jika ada pekerja seks yang terjaring operasi. Menurutnya, mereka bisa kembali beroperasi dalam waktu singkat setelah menebus dengan sejumlah uang.

Kondisi ini dikeluhkan oleh sejumlah warga sekitar yang merasa tidak nyaman dengan pembiaran penyakit masyarakat tersebut. Keberadaan praktik prostitusi yang terorganisasi ini memicu pertanyaan publik terkait komitmen serta pengawasan dari Aparat Penegak Hukum (APH) dan pemerintah kecamatan setempat.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi resmi dari pihak Satpol PP Kota Surabaya dan kepolisian sektor setempat terkait tudingan miring mengenai kebocoran informasi razia dan dugaan pungutan liar tersebut. (kcl)

Dugaan Kebocoran RaziaPraktik Prostitusi di Makam Kembang Kuning Surabaya Masih Marak???

Berita Terkait