Selasa, 13 Okt 2026
Aktivis '98 Rudy Gaol Kritik Mama Evi: Jangan Persulit Warga yang Ingin Bergabung dengan PSIEstafet Tongkat Komando di Jatim, Dari Wakapolda hingga 6 Kapolres DimutasiSasar Validasi Data 100 Persen, Kecamatan Puger Kerahkan Agen Perlinsos Optimalkan Identitas Kependudukan DigitalHUT ke-81 Jawa Timur, SMAK Frateran Surabaya Dukung Semangat Unggul, Maju, dan BerkelanjutanRudy Gaol Klarifikasi Foto Pertemuan Josiah Michael dengan Sejumlah Tokoh Berlatar PDIP: Bantah Ada Desain Politik PSISelamat Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur 12 Oktober 1945 – 12 Oktober 2026Didesak Perloki se-Jatim, Bea Cukai Izinkan Pedagang Jual Rokok Lokal LagiDitolak Gubernur, Ribuan Pedagang Rokok Lokal Geruduk Kantor Bea Cukai Jatim
Home › Pemerintahan & Politik

Aktivis '98 Rudy Gaol Kritik Mama Evi: Jangan Persulit Warga yang Ingin Bergabung dengan PSI

Selasa, 13 Oktober 2026 07:16 WIB

1 jam lalu14Pimpred
Aktivis '98 Rudy Gaol Kritik Mama Evi: Jangan Persulit Warga yang Ingin Bergabung dengan PSI

SURABAYA° Lpn.com _ Kegaduhan akibat beredarnya foto pertemuan Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Surabaya, Josiah Michael, S.H., M.H., dengan sejumlah politisi berlatar belakang PDI Perjuangan (PDIP) kini merembet pada persoalan konsistensi keterbukaan partai. Pernyataan Ketua DPD PSI Surabaya, Mama Evi, mengenai verifikasi kartu tanda anggota (KTA) turut menuai kritik dari internal partai.

Aktivis ’98 sekaligus kader PSI, Rudy Gaol, menilai pernyataan tersebut tidak sejalan dengan semangat keterbukaan yang selama ini digaungkan oleh PSI. Ia menyayangkan munculnya narasi verifikasi keanggotaan yang dinilainya berpotensi menimbulkan persepsi bahwa partai tersebut membatasi ruang bagi masyarakat yang ingin bergabung.

Rudy menyampaikan kritik itu saat memberikan klarifikasi di Gedung DPRD Surabaya, Senin (12/10/2026).

“Sebenarnya saya sangat menyayangkan statement itu keluar. Ketua partai, khususnya PSI, dalam hal ini Mama Evi, harusnya tidak mengeluarkan statement seperti itu karena semua orang tahu bahwa PSI ini adalah partai terbuka,” tegas Rudy.

Rudy: Jangan Jadikan Verifikasi sebagai Penghalang Keanggotaan

Menurut Rudy, prinsip keterbukaan seharusnya diwujudkan melalui sikap yang menerima siapa pun yang memiliki keinginan untuk bergabung, tanpa menjadikan latar belakang politik sebelumnya sebagai alasan untuk membatasi akses keanggotaan.

Ia berpandangan, mekanisme verifikasi perlu dibedakan antara proses pendaftaran anggota biasa dan proses pencalonan kader untuk menduduki jabatan publik.

Bagi Rudy, pemeriksaan lebih mendalam terhadap kader yang akan maju sebagai calon anggota legislatif, pejabat eksekutif, maupun jabatan publik lainnya merupakan hal yang wajar. Namun, ia mempertanyakan relevansi penerapan narasi verifikasi tersebut apabila dikaitkan dengan masyarakat yang baru ingin menjadi anggota partai.

“Kalau berbicara tentang partai terbuka, PSI seharusnya welcome kepada siapa pun. Tidak ada verifikasi-verifikasi, kecuali kalau mau maju sebagai legislator, eksekutif, atau pejabat publik lainnya. Baru diverifikasi, itu wajar,” ujar Rudy.

Pernyataan tersebut menegaskan pandangannya bahwa keterbukaan bukan sekadar identitas politik yang dipromosikan kepada publik, melainkan prinsip yang harus tercermin dalam kebijakan dan komunikasi para pengurus partai.

Bergabungnya Kader Partai Lain Dinilai sebagai Peluang

Rudy juga membahas terkait bergabungnya kader dari partai politik lain, termasuk PDIP, ke PSI. Menurut dia, perpindahan atau ketertarikan kader lintas partai semestinya dipandang sebagai peluang untuk memperluas dukungan dan memperkuat basis politik PSI.

Ia menilai, apabila PSI konsisten mengusung semangat partai terbuka, latar belakang politik seseorang tidak seharusnya langsung menjadi sumber kecurigaan atau polemik.

Sebaliknya, kehadiran kader dengan pengalaman politik yang beragam dapat menjadi modal untuk memperkaya gagasan, memperluas jaringan, dan meningkatkan daya tarik partai di tengah masyarakat.

Namun, keterbukaan tersebut tetap perlu berjalan beriringan dengan aturan organisasi, mekanisme keanggotaan, serta ketentuan internal yang berlaku.

Kejelasan tersebut penting agar pernyataan pengurus tidak menimbulkan tafsir yang saling bertentangan di tengah masyarakat.

Polemik ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keterbukaan partai politik tidak cukup berhenti pada slogan. Konsistensi kebijakan, kejelasan prosedur, dan komunikasi publik yang terukur menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan atau tanggapan dari Mama Evi yang disertakan dalam bahan pemberitaan ini terkait kritik Rudy Gaol tersebut. Karena itu, penjelasan dari pihak DPD PSI Surabaya tetap diperlukan untuk memberikan gambaran yang berimbang mengenai maksud pernyataan verifikasi KTA dan mekanisme penerimaan anggota yang berlaku di internal partai.

(SB)

Berita Terkait